Kamis, 04 Januari 2018

Memunculkan List Semua Account Zimbra



Selamat Tahun Baru 2018 untuk teman semua...

Ini adalah post pertama saya di tahun 2018 ini, kali ini saya akan sedikit share cara memunculkan list semua account zimbra dari command line yang tujuannya agar data dapat disimpan menjadi file csv dan di olah pada aplikasi ms excel atau program spreadsheets lainnya.

Perintah nya cukup sederhana saja, dan dijalankan dari server zimbra mailbox :

zimbra$ zmaccts

zmaccts
This command runs a report that lists all the accounts, their status, when they were created and the last time anyone logged on. The domain summary shows the total number of accounts and their status.

Jadi dengan command ini kita bisa melihat list semua account, status email nya, kapan email tersebut di buat dan kapan terakhir login.

Contoh :

zimbra$ zmaccts

 account          status             created                  last logon
----------          -----------       --------------           ---------------
......
......
......
ypdn@example.com   active      04/28/16 16:53   08/16/16 09:22
z_hijanah@example.com   active      12/19/12 18:04   08/23/16 23:34
zafandi@example.com   active      12/19/12 18:04   08/18/16 13:42
zafnizazakaria@example.com  active      12/19/12 18:04   08/23/16 16:39
zahari@example.com   active      05/19/16 10:15   08/19/16 16:57
zailan@example.com   active      12/19/12 18:04   08/12/16 22:19
zainhilmi@example.com   active      06/30/15 14:45   07/27/16 22:40
zainul.ariffin@example.com  active      11/12/13 12:02   08/24/16 08:39
zakariamr@example.com   closed      12/19/12 18:04   02/13/16 01:23
zalina@example.com   locked      06/28/13 15:44   08/20/16 22:08

                                 domain summary

    domain                  active    closed    locked    maintenance     total
-----------------------   --------  --------  --------  -------------  --------
example.com                   671        33        13              0       717

Kemudian output nya dapat kita save ke file csv untuk selanjutnya di olah pada aplikasi ms excel atau program spreadsheets lainnya.


Referensi :
https://www.zimbra.com/docs/os/4.5.10/administration_guide/A_app-command-line.12.3.html


Semoga bermanfaat untuk pembaca semua.

Dony Ramansyah
site : http://donyramansyah.net
blog : dony-ramansyah.blogspot.com
email : dony.ramansyah[at]gmail.com
Registered linux user : ID 40017

Kamis, 21 Desember 2017

Troubleshoot Mobile Device Tidak Bisa Sync ke Zimbra



Jadi saya tadi mencoba untuk melakukan suspend sync untuk mobile device saya di zimbra admin, setelah selesai saya suspend, kemudian saya langsung remove mobile device saya dari list tersebut tanpa di resume sync dulu.



Di sinilah awal masalah terjadi, ketika saya mencoba untuk setup ulang account email saya dari mobile device tadi, maka saya tidak akan bisa lagi terkoneksi ke zimbra via mobile sync.

Solusi nya adalah saya harus melakukan resume sync dulu secara manual dari command zimbra, command nya adalah sebegai berikut (command ini dijalankan dari server mailbox) :

zimbra$ zmsoap -z ResumeDeviceRequest/account="dony.ramansyah@kantor.com"  @by="name" ../device @id="SEC1415158576303"

Intinya disini kita harus mengetahui device id dari perangkat mobile device nya. Hal ini bisa dilihat di perangkat mobile device nya.

Referensi : https://wiki.zimbra.com/wiki/Remove_a_mobile_device_manually_using_CLI


Semoga bermanfaat untuk pembaca semua.

Dony Ramansyah
site : http://donyramansyah.net
blog : dony-ramansyah.blogspot.com
email : dony.ramansyah[at]gmail.com
Registered linux user : ID 40017

Senin, 11 Desember 2017

Sedikit Tentang Investasi Reksadana



Kali ini saya ingin sedikit share tentang dana reksa, dan tulisan ini juga sebagai catatan untuk saya pribadi.

Reksadana adalah wadah dan pola pengelolaan dana/modal bagi sekumpulan investor untuk berinvestasi dalam instrumen-instrumen investasi yang tersedia di Pasar dengan cara membeli unit penyertaan reksadana. Dana ini kemudian dikelola oleh Manajer Investasi (MI) ke dalam portofolio investasi, baik berupa saham, obligasi, pasar uang ataupun efek/sekuriti lainnya.

Menurut Undang-undang Pasar Modal nomor 8 Tahun 1995 pasal 1, ayat (27): “Reksadana adalah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat Pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio Efek oleh Manajer Investasi.”

Kekayaan reksadana yang dikelola oleh manajer investasi tersebut wajib untuk disimpan pada bank kustodian yang tidak terafiliasi dengan manajer investasi, di mana bank kustodian inilah yang akan bertindak sebagai tempat penitipan kolektif dan administratur.

Sejarah Reksadana

Reksadana yang pertama kali bernama Massachusetts Investors Trust yang diterbitkan tanggal 21 Maret 1924, yang hanya dalam waktu setahun telah memiliki sebanyak 200 investor reksadana dengan total aset senilai US$ 392.000.

Pada tahun 1929 sewaktu bursa saham jatuh maka pertumbuhan industri reksadana ini menjadi melambat. Menanggapi jatuhnya bursa maka Kongres Amerika mengeluarkan Undang-undang Surat Berharga 1933 (Securities Act of 1933) dan Undang-undang Bursa Saham 1934 (Securities Exchange Act of 1934).

Berdasarkan peraturan tersebut maka reksadana wajib didaftarkan pada Securities and Exchange Commission atau biasa disebut SEC yaitu sebuah komisi di Amerika yang menangani perdagangan surat berharga dan pasar modal. Selain itu pula, penerbit reksadana wajib untuk menyediakan prospektus yang memuat informasi guna keterbukaan informasi reksadana, juga termasuk surat berharga yang menjadi objek kelolaan, informasi mengenai manajer investasi yang menerbitkan reksadana.


Bentuk Hukum Reksadana

Berdasarkan Undang-undang Pasar Modal Nomor 8 Tahun 1995 pasal 18, ayat (1), bentuk hukum Reksadana di Indonesia ada dua, yakni Reksadana berbentuk Perseroan Terbatas (PT. Reksa Dana) dan Reksadana berbentuk Kontrak Investasi Kolektif (KIK).

1. Reksa Dana berbentuk Perseroan (PT. Reksa Dana)
suatu perusahaan (perseroan terbatas), yang dari sisi bentuk hukum tidak berbeda dengan perusahaan lainnya. Perbedaan terletak pada jenis usaha, yaitu jenis usaha pengelolaan portofolio investasi.

2. Kontrak Investasi Kolektif
kontrak yang dibuat antara Manajer Investasi dan Bank Kustodian yang juga mengikat pemegang Unit Penyertaan sebagai Investor. Melalui kontrak ini Manajer Investasi diberi wewenang untuk mengelola portofolio efek dan Bank Kustodian diberi wewenang untuk melaksanakan penitipan dan administrasi investasi.


Jenis-jenis Reksadana

1. Reksadana Saham.
Reksadana saham adalah reksadana yang melakukan investasi sekurang-kurangnya 80% dari portofolio yang dikelolanya ke dalam efek bersifat ekuitas (saham). Efek saham umumnya memberikan potensi hasil yang lebih tinggi berupa capital gain melalui pertumbuhan harga-harga saham dan deviden. Reksadana saham memberikan potensi pertumbuhan nilai investasi yang paling besar demikian juga dengan risikonnya.

2. Reksadana Campuran.
Reksadana campuran adalah reksadana yang melakukan investasi dalam efek ekuitas dan efek hutang yang perbandingannya tidak termasuk dalam kategori reksadana pendapatan tetap dan reksadana saham. Potensi hasil dan risiko reksadana campuran secara teoretis dapat lebih besar dari reksadana pendapatan tetap namun lebih kecil dari reksadana saham.

3. Reksadana Pendapatan Tetap.
Reksadana pendapatan tetap adalah reksadana yang malakukan investasi sekurang-kurangnya 80% dari portofolio yang dikelolanya ke dalam efek bersifat hutang. Risiko investasi yang lebih tinggi dari reksadana pasar uang membuat nilai return bagi reksadana jenis ini juga lebih tinggi tetapi tetap lebih rendah daripada reksadana campuran atau saham.

4. Reksadana Pasar Uang.
Reksadana pasar uang adalah reksadana yang melakukan investasi 80% pada efek pasar uang yaitu efek hutang yang berjangka kurang dari satu tahun, seperti SBI, deposito. Reksadana pasar uang merupakan reksadana yang memiliki risiko terendah namun juga memberikan return yang terbatas.

5. Reksadana Index
Reksadana Index adalah reksadana yang isinya adalah sebagian besar dari index tertentu (tidak semua, yang penting merefleksikan index tersebut) dan dikelola secara pasif, artinya tidak melakukan jual beli di bursa, kecuali ada subscription baru atau redemption, oleh karenanya reksadana index biasanya keuntungan dan kerugiannya sejalan dengan index tersebut (jika ada selisih, biasanya selisihnya kecil). Jika reksadana tersebut diperjualbelikan di bursa, maka disebut Exchange Traded Fund (ETF) dan harganya berfluktuasi tiap detiknya, sehingga sebenarnya mirip saham. Keduanya, baik reksadana index maupun ETF disebut pengelolaaan dana index dan di Amerika Serikat pada tahun 2013, mencakup 18,4% dari seluruh pengelolaan dana bersama (mutual funds).




Nilai Aktiva Bersih

NAB (Nilai Aktiva Bersih) merupakan salah satu tolak ukur dalam memantau hasil dari suatu Reksa Dana, NAB adalah nilai yang menggambarkan total kekayaan bersih Reksa Dana setiap harinya. Produk Reksadana dijual dalam satuan unit, Reksadana memungkinkan investor membeli dalam jumlah unit, maupun dalam Rupiah yang dikonversi dalam unit.


Manfaat Reksadana

Reksa Dana memiliki beberapa manfaat yang menjadikannya sebagai salah satu alternatif investasi yang menarik antara lain:

1. Dikelola oleh manajemen profesional
Pengelolaan portofolio suatu Reksa Dana dilaksanakan oleh Manajer Investasi yang memang mengkhususkan keahliannya dalam hal pengelolaan dana. Peran Manajer Investasi sangat penting mengingat Pemodal individu pada umumnya mempunyai keterbatasan waktu, sehingga tidak dapat melakukan riset secara langsung dalam menganalisa harga efek serta mengakses informasi ke pasar modal.

2. Diversifikasi investasi
Diversifikasi atau penyebaran investasi yang terwujud dalam portofolio akan mengurangi risiko (tetapi tidak dapat menghilangkan), karena dana atau kekayaan Reksa Dana diinvestasikan pada berbagai jenis efek sehingga risikonya pun juga tersebar. Dengan kata lain, risikonya tidak sebesar risiko bila seorang membeli satu atau dua jenis saham atau efek secara individu.

3. Transparansi informasi
Reksa Dana wajib memberikan informasi atas perkembangan portofolionya dan biayanya secara kontinyu sehingga pemegang Unit Penyertaan dapat memantau keuntungannya, biaya, dan risiko setiap saat.Pengelola Reksa Dana wajib mengumumkan Nilai Aktiva Bersih (NAB) nya setiap hari di surat kabar serta menerbitkan laporan keuangan tengah tahunan dan tahunan serta prospektus secara teratur sehingga Investor dapat memonitor perkembangan investasinya secara rutin.

4. Likuiditas yang tinggi
Agar investasi yang dilakukan berhasil, setiap instrumen investasi harus mempunyai tingkat likuiditas yang cukup tinggi. Dengan demikian, Pemodal dapat mencairkan kembali Unit Penyertaannya setiap saat sesuai ketetapan yang dibuat masing-masing Reksadana sehingga memudahkan investor mengelola kasnya. Reksadana terbuka wajib membeli kembali Unit Penyertaannya sehingga sifatnya sangat likuid.

5. Biaya Rendah
Karena reksadana merupakan kumpulan dana dari banyak pemodal dan kemudian dikelola secara profesional, maka sejalan dengan besarnya kemampuan untuk melakukan investasi tersebut akan menghasilkan pula efisiensi biaya transaksi.
Biaya transaksi akan menjadi lebih rendah dibandingkan apabila Investor individu melakukan transaksi sendiri di bursa.


Sumber :
- https://id.wikipedia.org/wiki/Reksadana#Jenis-jenis_Reksadana
- http://reksadana.danareksaonline.com/edukasi/jenis-reksa-dana.aspx

Semoga bermanfaat untuk pembaca semua.

Dony Ramansyah
site : http://donyramansyah.net
blog : dony-ramansyah.blogspot.com
email : dony.ramansyah[at]gmail.com
Registered linux user : ID 40017


Kamis, 30 November 2017

Mencegah Flood di Cisco Router



Kali ini saya akan sedikit sharing untuk mencegah atau memininalisir serangan flooding di Cisco Router

Jadi IOS dari cisco router punya kemampuan untuk melakukan pencegahan dari serangan SYN-flooding attacks, a type of denial-of-service attack dengan mneggunakan TCP Intercept.

Tentang TCP Intercept

Fitur TCP intercept mengimplementasikan perangkat lunak untuk melindungi server TCP dari serangan flood SYN-TCP, yang merupakan jenis serangan denial-of-service.

Serangan SYN-flood terjadi ketika seorang hacker membanjiri server dengan request koneksi yang terus-menerus tanpa ujungnya. Hal ini dapat menyebabkannya layanan di tolak terhadap permintaan yang valid, sehingga mencegah pengguna yang sah untuk terhubung ke situs web, mengakses e-mail, menggunakan layanan FTP, dan sebagainya, dalam artian koneksinya down akibat serangan flooding attack ini.

Fitur TCP intercept membantu mencegah serangan SYN flood dengan cara mencegat dan memvalidasi permintaan koneksi TCP. Dalam mode intersep, perangkat lunak intercept TCP mencegat paket sinkronisasi TCP (SYN) dari klien ke server yang sesuai dengan daftar akses yang valid. Perangkat lunak ini menetapkan hubungan yang jelas antara klien dan server tujuan, dan jika berhasil, koneksi dengan server terjadi secara transparan.


Untuk mengkonfigurasi TCP intercept, Berikut langkah-langkah nya :

• Mengaktifkan TCP Intercept (Diperlukan)

Step 1
Router(config)# access-list access-list-number
{deny | permit} tcp any destination destination-wildcard
Defines an IP extended access list.

Step 2
Router(config)# ip tcp intercept list access-list-number
Enables TCP intercept.

• Mengatur Mode Intercept TCP (Opsional)

Router(config)# ip tcp intercept mode {intercept | watch}
Sets the TCP intercept mode.

• Mengatur Mode TCP Intercept Drop (Opsional)

Router(config)# ip tcp intercept drop-mode {oldest | random}
Sets the drop mode.

• Mengganti TCP Intercept Timers (Opsional)

Router(config)# ip tcp intercept watch-timeout seconds
Changes the time allowed to reach established state.

Router(config)# ip tcp intercept finrst-timeout seconds
Changes the time between receipt of a reset or FIN-exchange and dropping the connection.

Router(config)# ip tcp intercept connection-timeout seconds
Changes the time the software will manage a connection after no activity.

• Mengganti TCP Intercept Agresif Ambang Batas (Opsional)

Step 1
Router(config)# ip tcp intercept max-incomplete low number
Sets the threshold for stopping aggressive mode.

Step 2
Router(config)# ip tcp intercept max-incomplete high number
Sets the threshold for triggering aggressive mode.

Step 1
Router(config)# ip tcp intercept one-minute low number
Sets the threshold for stopping aggressive mode.

Step 2
Router(config)# ip tcp intercept one-minute high number
Sets the threshold for triggering aggressive mode.

• Memonitor dan Mempertahankan TCP Intercept (Opsional)

Router# show tcp intercept connections
Displays incomplete connections and established connections.

Router# show tcp intercept statistics
Displays TCP intercept statistics.

Contoh :

Example: Enabling TCP Intercept
The following examples shows how to define the extended IP access list 101 and enable the intercept of
packets for all TCP servers:
Router# configure terminal
Router(config)# access-list 101 permit any
Router(config)# ip tcp intercept list 101
Router(config)# ip tcp intercept mode intercept
Router(config)# ip tcp intercept drop-mode random
Router(config)# ip tcp intercept watch-timeout 200
Router(config)# ip tcp intercept finrst-timeout 220
Router(config)# ip tcp intercept connection-timeout 180
Router(config)# ip tcp intercept max-incomplete low 3220 high 4550
Router(config)# ip tcp intercept one-minute low 234 high 456

Referensi :

- https://www.cisco.com/c/en/us/td/docs/ios/12_2/security/configuration/guide/fsecur_c/scfdenl.html

- https://www.cisco.com/c/en/us/td/docs/ios-xml/ios/sec_data_dos_atprvn/configuration/15-mt/sec-data-dos-atprvn-15-mt-book/sec-cfg-tcp-intercpt.pdf

Semoga bermanfaat untuk pembaca semua.

Dony Ramansyah
site : http://donyramansyah.net
blog : dony-ramansyah.blogspot.com
email : dony.ramansyah[at]gmail.com
Registered linux user : ID 40017

Kamis, 02 November 2017

Mempercepat Download Repository Kali Linux



Beberapa waktu belakangan ini ketika saya melakukan update kali linux terasa sangat lambat, kecepatan download update nya hanya sekitar 10-22 kbps saja.

Saya sudah mencari referensi lain seperti mengganti repository ke server lain dan tidak berhasil, karena saat ini kali linux sudah menggunakan enkripsi untuk koneksi ke server repository nya. Jadi kita hanya bisa update dari repository resmi nya yang sudah terdaftar dan ter-validasi. Sayangnya saya tidak bisa memilih manual dari repository mana yang ingin digunakan

Dimana saya selalu saja diarahkan ke repository di ftp.yzu.edu.tw dan ini sangat lambat

Solusi akhir nya ketemu, yaitu mengganti http dengan repo di file sources.list nya, file nya ada disini : /etc/apt/sources.list

Edit aja seperti ini

Sebelum :

deb http://http.kali.org/kali kali-rolling main contrib non-free
deb-src http://http.kali.org/kali kali-rolling main contrib non-free

Menjadi :

deb http://repo.kali.org/kali kali-rolling main contrib non-free
deb-src http://repo.kali.org/kali kali-rolling main contrib non-free

Setelah itu coba lagi untuk di update :

# apt update
# apt upgrade

Dan yang saya rasakan perbedaan nya jauh lebih cepat ketika mendowload update kali linux dari repository nya karena kita langsung diarahkan ke server repo.kali.org


Semoga bermanfaat untuk pembaca semua.

Dony Ramansyah
site : http://donyramansyah.net
blog : dony-ramansyah.blogspot.com
email : dony.ramansyah[at]gmail.com
Registered linux user : ID 40017

Sabtu, 21 Oktober 2017

Troubleshoot FC Problem di Server SUN Solaris



Kali ini ada case dimana disk scsi pada OS Solaris saya tiba-tiba error dan lepas mount nya, setelah di cek ternyata scsi disk network lawan nya tidak terbaca.

Dilihat di led indikator nya led nya nyala semua seperti hang, akhir nya saya memutuskan untuk mengganti HBA card nya. Kebetulan HBA card nya menggunakan tipe yang sama dengan merk qlogic

Setelah di replace HBA card nya, saya melakukan scanning disk seperti yang pernah saya tuliskan disini : http://blog.donyramansyah.net/2017/01/cara-mengenali-disk-lun-baru-di-solaris.html

Langkah - langkah nya :

1. Jalankan perintah cfgadm -al untuk mengecek dan melakukan scan terhadap semua disk yang ada :

# cfgadm -al

2. Cek HBA baru nya :

# fcinfo hba-port

HBA Port WWN: 2100001b3294b6d5
        OS Device Name: /dev/cfg/c3
        Manufacturer: QLogic Corp.
        Model: 375-3355-02
        Firmware Version: 05.06.04
        FCode/BIOS Version:  BIOS: 2.02; fcode: 2.01; EFI: 2.00;
        Serial Number: 0402L00-0951784665
        Driver Name: qlc
        Driver Version: 20120717-4.01
        Type: N-port
        State: online
        Supported Speeds: 1Gb 2Gb 4Gb
        Current Speed: 4Gb
        Node WWN: 2000001b3294b6d5

Disana terlihat sudah online, namun begitu saya scan lawannya muncul error :


# fcinfo remote-port -s -p 2100001b3294b6d5
Remote Port WWN: 500a098180d11bd5
        Active FC4 Types: SCSI
        SCSI Target: unknown
        Node WWN: 500a098080d11bd5

Error: SendRLS failed for 500a098180d11bd5
Error has occured. HBA_ScsiReportLUNsV2 failed.  reason ERROR



Jangan takut, ini bukan problem di driver atau hba card nya, selama kita yakin kabel fiber nya masih ada cahaya di kedua sisi nya, maka kabel juga masih OK.

Problem nya ternyata adalah di switch brocade nya, jadi setelah di restart switch brocade nya baru normal lagi dan bisa terdeteksi lawan nya :

# fcinfo remote-port -ls -p 2100001b3294b6d5
Remote Port WWN: 500a0983890ac04c
        Active FC4 Types: SCSI
        SCSI Target: yes
        Node WWN: 500a0980890ac04c
        Link Error Statistics:
                Link Failure Count: 0
                Loss of Sync Count: 0
                Loss of Signal Count: 0
                Primitive Seq Protocol Error Count: 0
                Invalid Tx Word Count: 0
                Invalid CRC Count: 0
        LUN: 225
          Vendor: NETAPP
          Product: LUN         
          OS Device Name: Unknown
        LUN: 226
          Vendor: NETAPP
          Product: LUN         
          OS Device Name: Unknown
        LUN: 227
          Vendor: NETAPP
          Product: LUN         
          OS Device Name: Unknown
        LUN: 228
          Vendor: NETAPP
          Product: LUN         
          OS Device Name: Unknown
Remote Port WWN: 2100001b32947bcd
        Active FC4 Types: SCSI,IP
        SCSI Target: no
        Node WWN: 2000001b32947bcd
        Link Error Statistics:
                Link Failure Count: 1
                Loss of Sync Count: 0
                Loss of Signal Count: 0
                Primitive Seq Protocol Error Count: 0
                Invalid Tx Word Count: 0
                Invalid CRC Count: 0

Jadi kalau menemukan error seperti ini :

Error: SendRLS failed for 500a098180d11bd5
Error has occured. HBA_ScsiReportLUNsV2 failed.  reason ERROR

Solusi nya adalah restart switch brocade nya saja


Semoga bermanfaat untuk pembaca semua.

Dony Ramansyah
site : http://donyramansyah.net
blog : dony-ramansyah.blogspot.com
email : dony.ramansyah[at]gmail.com
Registered linux user : ID 40017

Cara Power UP dan Starting Server SUN Oracle T5240



Kali ini saya akan sedikit share tahapan untuk menghidupkan server SUN Oracle T5240 ketika kita melakukan power up pertama kali.

1. Pasang kabel power dan kabel yang lain yang dibutuhkan seperti kabel network dan management

2. Pertama kali kabel power dicolokan ke server, maka server tidak akan langsung kelihatan UP di led indikator di depannya, tunggu sekitar 5 menit.

3. Pasang kabel console ke laptop agar bisa dilihat proses booting nya

4. Setelah led indikator menyala hijau berkedip, maka tinggal tekan tombol power sampai UP, Tunggu agak lama seperti proses dibawah ini :

U-Boot 1.1.1

custom Sun Microsystems U-Boot 1.3 (Dec 11 2012 - 22:35:24) r77080

CPU:   MPC885ZPnn at 133 MHz: 8 kB I-Cache 8 kB D-Cache FEC present
Board: SPARC885
       Watchdog enabled
I2C:   ready
DRAM:
trying 128 MBytes
(128 MB SDRAM) 128 MB
Memory Tests: DA A1 A2 00 FF 55 AA T2 T3 T4
POST memory PASSED
FLASH: 32 MB
In:    serial
Out:   serial
Err:   serial
Net:   FEC ETHERNET
POST i2c  c  d 18 20 23 2a 2b 2d 2e 30 40 42 43 44 45 46 51 53 54 56 68 6a 6b 70 71 72 73 PASSED
POST cpu PASSED
POST ethernet PASSED
Booting linux in 5 seconds...
## Booting image at fe080000 ...
   Image Name:   Linux-2.4.22
   Image Type:   PowerPC Linux Kernel Image (gzip compressed)
   Data Size:    814559 Bytes = 795.5 kB
   Load Address: 00000000
   Entry Point:  00000000
   Verifying Checksum ... OK
   Uncompressing Kernel Image ... OK
do_bootm_linux():
  argv[0]=bootm
  argv[1]=0xfe080000
## Current stack ends at 0x07D38B60 => set upper limit to 0x00800000
No initrd
## cmdline at 0x007FFF00 ... 0x007FFF80
memstart    = 0x00000000
memsize     = 0x08000000
flashstart  = 0xFE000000
flashsize   = 0x02000000
flashoffset = 0x0004C000
sramstart   = 0x00000000
sramsize    = 0x00000000
EnvAddr     = 0x7FFEFB78
EnvSize     = 0xCF5054A1
banksize    = 0x02000000
banks       = 0x00000001
bankwidth   = 0x00000001
sectorsize  = 0x00020000
sectorcount = 0x00000100
booted      = 0xFE080000
boottype    = 0x00000000
primary     = 0xFFFFFFFF
pritype     = 0x00000000
secondary   = 0xFFFFFFFF
sectype     = 0x00000000
image0      = 0xFE000000
image1      = 0xFF000000
maximage    = 0x01000000
immr_base   = 0xF0000000
bootflags   = 0x00000001
intfreq     =    133 MHz
busfreq     = 66.500 MHz
ethaddr     = 00:21:28:58:48:85
IP addr     = 0.0.0.0
baudrate    =   9600 bps
## Transferring control to Linux (at address 00000000) ...
## parameters(007ffe80,00000000,00000000,007fff00,007fff80)
Linux version 2.4.22 (cboland@sanpen-rh5-0) (gcc version 3.3.4) #2 Tue Dec 11 22:31:54 PST 2012 r77773
On node 0 totalpages: 32768
zone(0): 32768 pages.
zone(1): 0 pages.
zone(2): 0 pages.
Kernel command line: root=/dev/mtdblock4 rootfstype=squashfs ro mtdparts=phys:384K(u1),128k(e1),1536K(k1),14M(r1),384K(u2),128K(e2),1536K(k2),14M(r2)
Calibrating delay loop... 132.71 BogoMIPS
Memory: 127624k available (1412k kernel code, 416k data, 68k init, 0k highmem)
Dentry cache hash table entries: 16384 (order: 5, 131072 bytes)
Inode cache hash table entries: 8192 (order: 4, 65536 bytes)
Mount cache hash table entries: 512 (order: 0, 4096 bytes)
Buffer cache hash table entries: 8192 (order: 3, 32768 bytes)
Page-cache hash table entries: 32768 (order: 5, 131072 bytes)
POSIX conformance testing by UNIFIX
Linux NET4.0 for Linux 2.4
Based upon Swansea University Computer Society NET3.039
Initializing RT netlink socket
Starting kswapd
Journalled Block Device driver loaded
squashfs: version 3.0 (2006/03/15) Phillip Lougher
JFFS2 version 2.1. (C) 2001 Red Hat, Inc., designed by Axis Communications AB.
CPM UART driver version 0.03
ttyS00 at 0x0100 is apty: 256 Unix98 ptys configured
Generic RTC Driver v1.07
eth0: FEC ENET Version 0.2, FEC irq 3, MII irq 6, addr 00:21:28:58:48:85
RAMDISK driver initialized: 16 RAM disks of 18432K size 1024 blocksize
eth0: Phy @ 0x0, type DM9161 (0x0181b881)
loop: loaded (max 8 devices)
physmap flash device: 2000000 at fe000000
 Amd/Fujitsu Extended Query Table v1.3 at 0x0040
number of CFI chips: 1
Using command line partition definition
Creating 8 MTD partitions on "Physically mapped flash":
mtdblock1: 0x00000000-0x00060000 : "u1"
mtdblock2: 0x00060000-0x00080000 : "e1"
mtdblock3: 0x00080000-0x00200000 : "k1"
mtdblock4: 0x00200000-0x01000000 : "r1"
mtdblock5: 0x01000000-0x01060000 : "u2"
mtdblock6: 0x01060000-0x01080000 : "e2"
mtdblock7: 0x01080000-0x01200000 : "k2"
mtdblock8: 0x01200000-0x02000000 : "r2"
i2c-core.o: i2c core module version 2.6.1 (20010830)
i2c-dev.o: i2c /dev entries driver module version 2.6.1 (20010830)
i2c-rpx.o: i2c MPC8xx module version 2.6.1 (20010830)
NET4: Linux TCP/IP 1.0 for NET4.0
IP Protocols: ICMP, UDP, TCP, IGMP
IP: routing cache hash table of 1024 buckets, 8Kbytes
TCP: Hash tables configured (established 8192 bind 16384)
ip_conntrack version 2.1 (1024 buckets, 8192 max) - 292 bytes per conntrack
ip_tables: (C) 2000-2002 Netfilter core team
ipt_recent v0.3.1: Stephen Frost .  http://snowman.net/projects/ipt_recent/
arp_tables: (C) 2002 David S. Miller
NET4: Unix domain sockets 1.0/SMP for Linux NET4.0.
802.1Q VLAN Support v1.8 Ben Greear
All bugs added by David S. Miller
VFS: Mounted root (squashfs filesystem) readonly.
Freeing unused kernel memory: 68k init
modprobe: modprobe: Can't open dependencies file /lib/modules/2.4.22/modules.dep (No such file or directory)
Creating /var tmpfs
Creating directories in /var...done.
Creating /var/log tmpfs...done.
Activating swap.
Calculating module dependencies... done.
Loading modules...
    fpga
Warning: loading /lib/modules/2.4.22/misc/fpga/fpga.o will taint the kernel: non-GPL license - Proprietary
  See http://www.tux.org/lkml/#export-tainted for information about tainted modules
Platform ID      : 2
Minor revision   : 4
Major revision   : 5
FPGA power status : 0xd20008: 80 0xd20009: f4
  (SYS_POK_EN  !DC_POK  !POK_VMEM_CPU1  !POK_VMEM_CPU0  !POK_CORE_CPU1  !POK_CORE_CPU0  !POK_PSU1  !POK_PSU0  POK_VMEMWING_CPU1  !VMEMWING_CPU1_PRESENT  POK_VMEMWING_CPU0  !VMEMWING_CPU0_PRESENT  !POK_OIO )
BR2: 0xf2000000/0x1000000/0xf2000401/0xff0001fc
FPGA init OK: base f2000000, size 1000000 (major 120)
Module fpga loaded, with warnings
    fpga_flash
Warning: loading /lib/modules/2.4.22/misc/fpga_flash/fpga_flash.o will taint the kernel: no license
  See http://www.tux.org/lkml/#export-tainted for information about tainted modules
Module fpga_flash loaded, with warnings
    immap
Warning: loading /lib/modules/2.4.22/misc/immap/immap.o will taint the kernel: no license
  See http://www.tux.org/lkml/#export-tainted for information about tainted modules
Module immap loaded, with warnings
All modules loaded.
Checking all file systems...
fsck (busybox 1.9.0, 2012-12-11 22:35:50 PST)
Setting kernel variables ...
kernel.core_pattern = /coredump/%h.%e.core
kernel.core_uses_pid = 1
net.ipv4.ip_local_port_range = 3100 7075
... done.
Mounting local filesystems...
Identifying DOC Device Type(G3/G4/H3) ...



Warning: /lib/modules/2.4.22/misc/tffs/tffs_h3.o symbol for parameter prio not found
Warning: loading /lib/modules/2.4.22/misc/tffs/tffs_h3.o will taint the kernel: non-GPL license - Proprietary
  See http://www.tux.org/lkml/#export-tainted for information about tainted modules
tffs: TrueFFS driver 7100.76
tffs: will not use IRQ
tffs: Looking for G4/P4 MDOC Devices while assuming IF_CFG=16.
tffs: Looking for G4/P4 MDOC Devices while assuming IF_CFG=8.
tffs: Flow: G4_docWindowBaseAddress Exit (NOT FOUND).
tffs: Looking for G3/P3 MDOC Devices while assuming IF_CFG=16.
tffs: Looking for G3/P3 MDOC Devices while assuming IF_CFG=8.
tffs: Looking for H1 DOC at address 0xcd14e000
tffs: DOCH found
tffs: Socket 0 in addr 0xf4000000
tffs: Device 0x0: size 0x1db00000 HW sector 0x200 (recommended 0x1000)
tffs: use major device number 100
Partition check:
 tffsa: tffsa1 tffsa2 tffsa3
tffs:     disk partition: dev_number=0x6401, 65534 sectors, start_sector=1
tffs:     disk partition: dev_number=0x6402, 65536 sectors, start_sector=65535
tffs:     disk partition: dev_number=0x6403, 112000 sectors, start_sector=131071
Module tffs_h3 loaded, with warnings
Loaded TFFS kernel module /lib/modules/2.4.22/misc/tffs/tffs_h3.o
kjournald starting.  Commit interval 5 seconds
EXT3 FS 2.4-0.9.19, 19 August 2002 on tffs(100,1), internal journal
EXT3-fs: recovery complete.
EXT3-fs: mounted filesystem with ordered data mode.
kjournald starting.  Commit interval 5 seconds
EXT3 FS 2.4-0.9.19, 19 August 2002 on loop(7,0), internal journal
EXT3-fs: recovery complete.
EXT3-fs: mounted filesystem with ordered data mode.
kjournald starting.  Commit interval 5 seconds
EXT3 FS 2.4-0.9.19, 19 August 2002 on loop(7,1), internal journal
EXT3-fs: mounted filesystem with ordered data mode.
kjournald starting.  Commit interval 5 seconds
EXT3 FS 2.4-0.9.19, 19 August 2002 on loop(7,2), internal journal
EXT3-fs: recovery complete.
EXT3-fs: mounted filesystem with ordered data mode.
kjournald starting.  Commit interval 5 seconds
EXT3 FS 2.4-0.9.19, 19 August 2002 on loop(7,3), internal journal
EXT3-fs: mounted filesystem with ordered data mode.
kjournald starting.  Commit interval 5 seconds
EXT3 FS 2.4-0.9.19, 19 August 2002 on loop(7,4), internal journal
EXT3-fs: mounted filesystem with ordered data mode.
kjournald starting.  Commit interval 5 seconds
EXT3 FS 2.4-0.9.19, 19 August 2002 on tffs(100,3), internal journal
EXT3-fs: recovery complete.
EXT3-fs: mounted filesystem with ordered data mode.
Mounted all disk partitions.

Checking configuration files state ...
Image date:  Tue Dec 11 23:58:28 PST 2012       Image revision: 77080
Conf date:   Tue Dec 11 23:58:28 PST 2012       Conf revision:  77080
Configuration files state good after upgrade.
Loaded IFC configuration file.

FRU probing time 7 sec
Created links for vbsc
Running ldconfig...done

Setting the System Clock using the Hardware Clock as reference...
System Clock set. Local time: Fri Oct 20 19:02:57 GMT 2017

Setting up networking...done.
Hostname: ORACLESP-FML095107M.
Setting up IP spoofing protection: rp_filter.
Configuring IPv6...done
Configuring network interfaces...eth0: config: auto-negotiation on, 100FDX, 100HDX, 10FDX, 10HDX.
done.
Starting portmap daemon: portmap.
Initializing random number generator...done.
Starting vbsc daemon:   Done
Incrementing bootcount ... done (10)
populating memstore vars from disk
/dev/fpga open OK
INIT: Entering runlevel: 3
Preparsing sensor.xml...
Starting system log daemon: syslogd and klogd.
Starting capidirect daemon:   Done
Starting Boot Timer.
Starting user mgmt upgrade program: usrmgt_upgrade.
Starting the Health Monitor Daemon...
Starting portmap daemon: portmap.
Starting capidirectd: Done.
Starting Network Interface Plugging Daemon: eth0.
Starting IPMI Stack...... Done.
SSH RSA Host Key Files already exist. Skipping key creation ...
SSH DSA Host Key Files already exist. Skipping key creation ...
Starting sshd.
Starting BBR daemon...
bbrd started after 1 seconds.
Starting periodic command scheduler: cron.
Starting Serial Server :seriald .
Starting Servicetags discoverer: stdiscoverer.
Starting Servicetags listener: stlistener.

ORACLESP-FML095107M login: root
Password: changeme
Waiting for daemons to initialize...

Daemons ready

Oracle(R) Integrated Lights Out Manager

Version 3.0.12.4.y r77080

Copyright (c) 2010, Oracle and/or its affiliates. All rights reserved.

Warning: password is set to factory default.

->

Ketikan :

-> start /SYS

Are you sure you want to start /SYS (y/n)? y
Starting /SYS

Kemudian ketik :

-> start /SP/console
Are you sure you want to start /SP/console (y/n)? y

Serial console started.  To stop, type #.
0:0:0>
0:0:0>POST 4.33.6 2012/03/14 08:38
0:0:0>
0:0:0>Copyright (c) 2012, Oracle and/or its affiliates. All rights reserved.
0:0:0>POST enabling CMP 0 threads: ffffffff.ffffffff
0:0:0>POST enabling CMP 1 threads: ffffffff.ffffffff
0:0:0>VBSC mode is: 00000000.00000001
0:0:0>VBSC level is: 00000000.00000000
0:0:0>VBSC selecting Normal mode, MIN Testing.
0:0:0>VBSC setting verbosity level 2
1:0:0>NODE 1 present
0:0:0>Test Memory....Done
0:0:0>Setup POST Mailbox ....Done
0:0:0>Master CPU Tests Basic....Done
0:0:0>Init MMU.....
0:0:0>L2 Tests....Done
0:0:0>Extended CPU Tests....Done
0:0:0>Scrub Memory....Done
0:0:0>Extended Memory Tests....Done
0:0:0>SPU CWQ Tests...Done
0:0:0>MAU Tests...Done
0:0:0>NCU Setup and PIU link train....Done
0:0:0>Neptune Interface Port 0 Tests ..Done
0:0:0>Neptune Interface Port 1 Tests ..Done
0:0:0>Neptune Interface Port 2 Tests ..Done
0:0:0>Neptune Interface Port 3 Tests ..Done
2017-10-20 19:11:38.796 0:0:0>INFO:
2017-10-20 19:11:38.848 0:0:0>  POST Passed all devices.
2017-10-20 19:11:38.903 0:0:0>POST:     Return to VBSC.
2017-10-20 19:11:38.957 0:0:0>Master set ACK for vbsc runpost command and spin...
ChassisSerialNumber FML095107M


T5240, No Keyboard
Copyright (c) 1998, 2012, Oracle and/or its affiliates. All rights reserved.
OpenBoot 4.33.6.b, 32544 MB memory available, Serial #89671804.
Ethernet address 0:21:28:58:48:7c, Host ID: 8558487c.



Boot device: rootdisk  File and args:
SunOS Release 5.10 Version Generic_141444-09 64-bit
Copyright 1983-2009 Sun Microsystems, Inc.  All rights reserved.
Use is subject to license terms.
NOTICE: nxge1: xcvr addr:0x1c - link is down
NOTICE: nxge2: xcvr addr:0x1b - link is down
Hostname: tamblingan
NOTICE: nxge1: xcvr addr:0x1c - link is up 1000 Mbps full duplex
NOTICE: nxge2: xcvr addr:0x1b - link is up 1000 Mbps full duplex
/dev/md/rdsk/d6 is clean
/dev/md/rdsk/d3 is clean
/dev/md/rdsk/d5 is clean
/dev/md/rdsk/d4 is clean
Reading ZFS config: done.

5. Setelah Operating System nya UP, maka tinggal masukan user dan password root OS Solaris nya :

Server OS console login: root
password : xxxxxxxx



Semoga bermanfaat untuk pembaca semua.

Dony Ramansyah
site : http://donyramansyah.net
blog : dony-ramansyah.blogspot.com
email : dony.ramansyah[at]gmail.com
Registered linux user : ID 40017

Rabu, 04 Oktober 2017

Cara Mengaktifkan Dynamic Lock Pada Windows 10


Dynamic Lock memiliki fungsi untuk melakukan penguncian layar pada OS Windows 10 secara otomatis dengan perangkat bluetooth

Jadi misalnya laptop kita sudah terkoneksi via bluetooth dengan smartphone android, maka ketika kita meninggalkan meja dan laptop, pastinya handphone akan kita bawa bersama kita (kita kantongin). Nah ketika koneksi bluetooth nya terputus antara laptop dan handphone, maka OS Windows 10 kita akan otomatis layar nya terkunci (ke lock password).

Cara mengaktifkan dyanamic lock nya adalah :

1. Pairing via bluetooth antara laptop dengan handphone kita

Di laptop windows 10, cari Settings > Devices > Bluetooth & other devices, pastikan bluetooth di laptop dan windows nya aktif serta dapat di temukan (jangan di hide)


Lalu klik Next, tap the "+" button untuk Add Bluetooth or other device.

Nanti akan muncul angka untuk pin pairing bluetooth nya. Klik Accept aja untuk pairing.







2. Aktifan dynamic lock nya

Ketik aja di search pada sebelah menu start, login atau sign-in option, lalu aktifkan dynamic lock nya



Bagaimana cara kerja dynamic lock nya :

- Laptop akan tetap unlock sampai koneksi bluetooth antara laptop dan handphone putus
- Laptop akan masih tetap unlock selama 30 detik setelah putus koneksi bletooth nya
- Setelah 30 detik baru laptop windows 10 akan ke lock layar nya.

Semoga bermanfaat untuk pembaca semua.

Dony Ramansyah
site : http://donyramansyah.net
blog : dony-ramansyah.blogspot.com
email : dony.ramansyah[at]gmail.com
Registered linux user : ID 40017