Rabu, 28 Oktober 2009

Share : Seminar Free Software Movement by Richard M Stallman


The Free (Bebas) Software Movement and the GNU/Linux Operating System.
Host by: InfoLinux Magazine
Date/time : October 28th, 2009 / 9:00 - 11:30
Place : Auditorium, Gedung II BPPT 3rd Floor,
Jl. MH Thamrin 8, Jakarta 10340












Ingin sharing sedikit saja, Hari ini saya mengikuti Seminar Free Software Movement by Richard M Stallman yang diadakan di BPPT. Seminar berlangsung dari pukul 09:00 WIB sampai 12:00 WIB.

Wah, seminarnya sangat bagus sekali. Richard M Stallman disana menjelaskan konsep dasar dari free software foundation yang dibuatnya. Yaitu dengan gerakan Free Software Movement itu sendiri ternyata initnya sangat menjunjung tinggi sekali nilai kebebasan (freedom).

Semua unsurnya harus bebas... bebas dari segala bentuk hak paten (proprietary). Menurut RMS (Inisial dari Richard M Stallman) bahwa kernel linux yang ada saat ini, terutama yang banyak dipakai oleh distro-distro terkenal saat ini sudah tidak murni mengandung unsur kebebasan. Dapat dicontohkan dari binary yang diambil untuk driver hardware yang dimasukan kedalam kernel linux yang ada. Walaupun tidak semua distro seperti itu.

Jadi, kalau ingin menggunakan linux yang masih murni bebas dari hal yang berbau hak paten (proprietary) ada beberapa pilihan, yaitu :

* BLAG, BLAG Linux and GNU, a free GNU/Linux distribution based on Fedora.
* Dragora, an independent GNU/Linux distribution based on concepts of simplicity.
* Dynebolic, a GNU/Linux distribution, with special emphasis on audio and video editing.
* gNewSense, a GNU/Linux distribution based on Debian and Ubuntu, with sponsorship from the FSF.
* Kongoni is a free GNU/Linux operating system of African origin. The name comes from the Shona word for a gnu (also known as a wildebeest).
* Musix GNU+Linux, a GNU+Linux distribution based on Knoppix, with special emphasis on audio production.
* Trisquel, a GNU/Linux distribution oriented to small enterprises, domestic users and educational centers.
* Ututo, a GNU/Linux distribution based on Gentoo. It was the first fully free GNU/Linux system recognized by the GNU Project.
* Venenux, a free distro built around the KDE desktop.

Untuk lebih jelasnya silahkan lihat di http://www.gnu.org/distros/free-distros.html

Kok Debian gak masuk ya :) padahal di webnya bilang kalau debian itu GNU/Linux..?? Namanya aja Debian GNU/Linux.

Om RMS juga pakai loh Linux.. yang pastinya pakai yang totally free :)



Wah.. susah juga ya..., pakai Linux saja sudah bagus apalagi kalau mau pakai yang bener-bener free..


Dony Ramansyah
site : http://dony-ramansyah.bravehost.com
blog : dony-ramansyah.blogspot.com
email : dony.ramansyah[at]gmail.com
Registered linux user : ID 400171

4 komentar:

Anonim mengatakan...

wah, pengen bisa hadir...tapi jauh, makasih mas untuk sharing informasinya. Emm...otomatis Ubuntu tidak 100% free juga dong. Tapi saya masih bingung... mas, kenapa harus benar-benar free, apa dampak kedepannya nanti bagi perkembangan Linux dimasa depan?

eko setiawan mengatakan...

Maaf, tadi nama saya jadi anonim

Jhoejoe mengatakan...

aduh jadi ngiri sama pak doni.. neh.. :D padahal aku pengen banget ketemu richard Matheleus stalman.. tapi makasih pak doni atas sharenya :D jadi pengen photo bareng deh sama pembuat GNU/Linux :D (ngarep)

Egi Arvian mengatakan...

Assalamualaikum
Hello Mas Deni, saya baru nemu blognya nih. Postingannya insya Allah bermanfaat. Sya masih pake dual os, win and lin. Jadi masih perlu banyak belajar tentang linux. Well, salam kenal saja.

Terima kasih.

Egi AF