Senin, 20 Mei 2019

Cara Reset Password Admin di vCenter VMware



Kali ini saya ingin sedikit share cara reset password admin yang ada di vCenter VMware, namun ini bukan untuk reset password root server vcenter nya ya..

Password yang saya maksud disini adalah password untuk login ke vcenter nya, baik itu melalui web vcenter nya maupun menggunakan vcenter client. Login dan password ini setahu saya ada di dalam database ldap yang ada di vcenter dan tidak berhubungan dengan login di Operating System vcenter nya

Cara reset password admin yang ada di vCenter adalah :

1. Login dulu ke root OS vcenter nya :

$ ssh root@192.168.0.100

VMware vCenter Server Appliance 6.5.0.20000

Type: vCenter Server with an embedded Platform Services Controller

root@192.168.0.100's password: 
Last login: Thu May 16 09:32:18 UTC 2019 from 192.168.0.11 on pts/0
Last login: Fri May 17 01:46:33 2019 from 192.168.0.11
Connected to service

    * List APIs: "help api list"
    * List Plugins: "help pi list"
    * Enable BASH access: "shell.set --enabled True"
    * Launch BASH: "shell"

Command> 

Kalau sudah muncul command prompt diatas, tinggal ketik saja perintah berikut :

Command> shell.set --enabled True
Command> shell

localhost:~ #

2. Setelah itu masuk ke perintah ldap nya :

localhost:~ # /usr/lib/vmware-vmdir/bin/vdcadmintool


==================
Please select:
0. exit
1. Test LDAP connectivity
2. Force start replication cycle
3. Reset account password
4. Set log level and mask
5. Set vmdir state
==================

3. Ketik menu reset account password dengan menekan angka "3" dan masukan user yang mau di reset password nya :

3
  Please enter account UPN : administrator@vsphere.local
New password is -
qZ#Or=!OYm_ 4L:=1kpO

4. Nah kita akan mendapatkan password baru nya, setelah itu ketik "0" untuk keluar :

==================
Please select:
0. exit
1. Test LDAP connectivity
2. Force start replication cycle
3. Reset account password
4. Set log level and mask
5. Set vmdir state
==================

0
localhost:~ # exit
logout
Command> exit

5. Setelah itu kita bisa coba login menggunakan password baru, dan bisa ganti juga di vmware client web nya


Semoga bermanfaat untuk pembaca semua.

Dony Ramansyah
site : http://donyramansyah.net
blog : dony-ramansyah.blogspot.com
email : dony.ramansyah[at]gmail.com
Registered linux user : ID 40017

Jumat, 17 Mei 2019

Cara Enable Akses SSH dan Generate Support Bundle di Server vCenter



Setelah berhasil melakukan reset password root server vcenter yang sudah saya tulis disini saat ini saya akan sedikit share bagaimana cara nya untuk enable akses remote via ssh di server vcenter dan juga melakukan generate support bundle untuk kebutuhan troubleshoot ke support vmware nya

Pertama kali kita harus login ke VAMI (vCenter Server Appliance Management Interface) dari server vcenter nya, akses nya dari web browser :

https://192.168.0.100:5480/



Setelah itu untuk generate support bundle yang digunakan untuk troubleshoot bagi support vmware nya, setelah masuk dan login ke VAMI, maka kita bisa melihat dari gambar diatas ada menu di atas kanan, menunya adalah "Create Support Bundle" 

Tinggal klik aja menu "Create Support Bundle" maka otomatis akan mendownload file support bundle nya, nama filenya adalah : vm-support.tgz

Ukuran file nya cukup besar, dan ini akan di download ke lokal PC/Laptop kita kemudian bisa kita upload ke web support vmware nya jika memang di minta

Sekarang kita akan enable akses remove via ssh ke server vcenter ini, cara nya dari menu sebelah kiri ada menu "Access" klik saja, dan kemudian klik menu "Edit" yang ada di kanan atas.

                  

Setelah itu pastikan saja Enable ssh login dan Enable bash shell nya aktif dengan di contreng di menu nya, dan kemudian di OK saja, jangan lupa tentukan juga timeout bash nya mau berapa lama, timeout ini fungsinya untuk menentukan mau berapa lama kita enable bash nya

Sekarang kita sudah bisa login ke ssh server vcenter dan masuk ke bash shell nya dengan mengetikan :


$ ssh root@192.168.0.100

VMware vCenter Server Appliance 6.5.0.20000

Type: vCenter Server with an embedded Platform Services Controller

root@192.168.0.100's password: 
Last login: Thu May 16 09:32:18 UTC 2019 from 192.168.0.11 on pts/0
Last login: Fri May 17 01:46:33 2019 from 192.168.0.11
Connected to service

    * List APIs: "help api list"
    * List Plugins: "help pi list"
    * Enable BASH access: "shell.set --enabled True"
    * Launch BASH: "shell"

Command> 

Kalau sudah muncul command prompt diatas, tinggal ketik saja perintah berikut :

Command> shell.set --enabled True
Command> shell


    ---------- !!!! WARNING WARNING WARNING !!!! ----------

Your use of "pi shell" has been logged!

The "pi shell" is intended for advanced troubleshooting operations and while
supported in this release, is a deprecated interface, and may be removed in a
future version of the product.  For alternative commands, exit the "pi shell"
and run the "help" command.

The "pi shell" command launches a root bash shell.  Commands within the shell
are not audited, and improper use of this command can severely harm the
system.

Help us improve the product!  If your scenario requires "pi shell," please
submit a Service Request, or post your scenario to the
https://communities.vmware.com/community/vmtn/vcenter/vc forum and add
"appliance" tag.

localhost:~ # 


Semoga bermanfaat untuk pembaca semua.

Dony Ramansyah
site : http://donyramansyah.net
blog : dony-ramansyah.blogspot.com
email : dony.ramansyah[at]gmail.com
Registered linux user : ID 40017


Selasa, 14 Mei 2019

Cara Reset root password di vCenter Server Appliance 6.5



Jadi ceritanya ini server vCenter nya adalah peninggalan dari Admin yang lama dan ternyata password root nya tidak ada dalam serah terima, jadi ketika ada masalah pada server vCenter saya tidak bisa login ke console nya.

Untuk itu saya harus melakukan reset password root nya, berikut cara-cara nya :

1. Buat dulu snapshot atau backup of the vCenter Server Appliance 6.5
2. Restart vCenter Server Appliance 6.5 nya melalui console esxi nya
3. Setelah OS nya restart, tekan tombol "e" untuk masuk ke GNU GRUB Edit Menu.
4. Cari baris kernel nya, lalu tambahkan dibelakang nya command berikut

rw init=/bin/bash



6. Tekan F10 untuk melanjutkan booting.
7. Jalankan perintah berikut :

# mount -o remount,rw / command.

8. Setelah masuk Command prompt, masukan perintah passwd untuk mengganti password root :

# passwd

9. Cek dulu dengan perintah df -h untuk mengecek apakah disk nya penuh atau tidak, biasa nya file yang cukup besar adalah file audit.log, berikut cara membersihkan file nya :

# cat /dev/null > /var/log/audit/audit.log

10. Setelah itu Unmount filesystem nya dengan perintah berikut :

# umount /

11. Lalu restart vCenter Server Appliance 6.5 dengan perintah :

# reboot -f

Selesai, berikut referensi nya : https://kb.vmware.com/s/article/2147144


Semoga bermanfaat untuk pembaca semua.

Dony Ramansyah
site : http://donyramansyah.net
blog : dony-ramansyah.blogspot.com
email : dony.ramansyah[at]gmail.com
Registered linux user : ID 40017

Senin, 06 Mei 2019

Mencari Hostname dari Linux dengan nbtscan




Pertama kali saya ingin mengucapkan untuk teman semua "Selamat Menjalankan Ibadah Puasa" untuk yang beragama Islam.

Kali ini saya ingin sedikit sharing bagaimana cara nya mengetahui hostname dari perangkat yang terhubung ke jaringan melalui Linux, misalnya saya tahu IP target nya namun saya tidak tahu hostname dari PC atau Laptop terget tersebut apa, dan saya akan mencari tahu nya dari OS Linux.

Pertama kali kita harus install dulu winbind nya jika belum ada :

$ sudo apt install winbind libnss-winbind

Setelah itu jalankan perintah nbtscan ini untuk mencari tahu hostname dari suatu IP :

$ nbtscan 192.168.100.2
Doing NBT name scan for addresses from 192.168.100.2

IP address       NetBIOS Name     Server    User             MAC address      
------------------------------------------------------------------------------
192.168.100.2      PC-RANDI            3c:97:0e:6b:72:0e

Nah.. sekarang kita mengetahui bahwa IP 192.168.100.2 itu dipasang di PC-RANDI


Semoga bermanfaat untuk pembaca semua.

Dony Ramansyah
site : http://donyramansyah.net
blog : dony-ramansyah.blogspot.com
email : dony.ramansyah[at]gmail.com
Registered linux user : ID 40017


Selasa, 23 April 2019

Ubuntu 19.04 Release



Yaii... akhirnya Ubuntu 19.04 sudah release tanggal 18 April 2019 kemarin, kebetulan sudah lama saya tidak update blog mengenai release ubuntu ini.

Ubuntu 19.04 ini bukan merupakan release LTS (Long Term Support), jadi saya tidak melakukan update ke versi ini dan masih bertahan di versi LTS terakhir yaitu Ubuntu 18.04

Banyak perubahan di versi 19.04 ini, yang paling menonjol adalah penggunaan kernel versi 5  ya, berikut beberapa perubahannya dibandingkan versi sebelum nya :

Updated Packages

Linux kernel 🐧
Ubuntu 19.04 is based on the Linux release series 5.0. It includes support for AMD Radeon RX Vega M graphics processor, complete support for the Raspberry Pi 3B and the 3B+, Qualcomm Snapdragon 845, many USB 3.2 and Type-C improvements, Intel Cannonlake graphics, significant power-savings improvements, P-State driver support for Skylake X servers, POWER memory protection keys support, KVM support for AMD Secure Encrypted Virtualization, enablement of Shared Memory Communications remote and direct (SMC-R/D), Open for Business (OFB), and zcrypt on IBM Z among with many other improvements since the v4.15 kernel shipped in 18.04 LTS.

Toolchain Upgrades 🛠️
Ubuntu 19.04 comes with refreshed state-of-the-art toolchain including new upstream releases of glibc 2.29, ☕ OpenJDK 11, boost 1.67, rustc 1.31, and updated GCC 8.3, optional GCC 9, 🐍 Python 3.7.3 as default, 💎 ruby 2.5.5, php 7.2.15, 🐪 perl 5.28.1, golang 1.10.4. There are new improvements on the cross-compilers front as well with POWER and AArch64 toolchain enabled to cross-compile for ARM, S390X and RISCV64 targets.

Desktop Updates
Ubuntu 19.04 ships with the latest GNOME desktop 3.32. This brings performance improvements, a host of bug fixes and some important new features.

Desktop upgraded to GNOME 3.32
Numerous performance improvements. GNOME Shell now feels faster and more responsive. More technical details here

Fractional Scaling support.
The Wayland session can now be scaled between 100% and 200% in 25% increments.
Experimental support in the Xorg session can be enabled to achieve the same. Read more here

- New sound configuration panel making it easier to select your input and output devices
- Changes to GNOME Initial Setup to add more settings up front and make it easier to enable location services (for example, to allow automatic timezone switching)
Tracker is now included by default. This allows the desktop to keep track of recently used files and improves searching.
- Right click handling is now "area" by default. This allows both two-finger right clicking and clicking in the bottom right corner of the touchpad
alt-tab handling now switches windows by default. Switching applications by default can be done with super-tab
- Preview order of windows in the dock is now static and based on the order in which the windows were added
- IWD can now be enabled for use with Network Manager. IWD is a new alternative to wpa supplicant and is in testing for consideration in the future.
Installing Ubuntu Desktop on vmware will now automatically install the open-vm-tools package to improve integration.
- The Yaru theme has seen further refinement and updates and includes a new icon theme.
- Safe Graphics Mode. A new option is added to the Grub menu which will boot with "NOMODESET" on. This may help you resolve issues on certain graphics cards and allow you to boot and install any propriatary drivers needed by your system.
- The latest releases of Firefox (66.0) and LibreOffice (6.2.2) are available and installed by default.



Detail nya bisa dilihat disini : https://wiki.ubuntu.com/DiscoDingo/ReleaseNotes

Untuk download Ubuntu 19.04 juga bisa buka link berikut :

http://releases.ubuntu.com/19.04/ (Ubuntu Desktop and Server) 
http://cdimage.ubuntu.com/ubuntu/releases/19.04/release/ (Less Popular Ubuntu Images) 
http://cloud-images.ubuntu.com/daily/server/disco/current/ (Ubuntu Cloud Images) 
http://cdimage.ubuntu.com/netboot/19.04/ (Ubuntu Netboot) 
http://cdimage.ubuntu.com/kubuntu/releases/19.04/release/ (Kubuntu) 
http://cdimage.ubuntu.com/lubuntu/releases/19.04/release/ (Lubuntu) 
http://cdimage.ubuntu.com/ubuntu-budgie/releases/19.04/release/ (Ubuntu Budgie) 
http://cdimage.ubuntu.com/ubuntukylin/releases/19.04/release/ (Ubuntu Kylin) 
http://cdimage.ubuntu.com/ubuntu-mate/releases/19.04/release/ (Ubuntu MATE) 
http://cdimage.ubuntu.com/ubuntustudio/releases/19.04/release/ (Ubuntu Studio) 
http://cdimage.ubuntu.com/xubuntu/releases/19.04/release/ (Xubuntu)



Semoga bermanfaat untuk pembaca semua.

Dony Ramansyah
site : http://donyramansyah.net
blog : dony-ramansyah.blogspot.com
email : dony.ramansyah[at]gmail.com
Registered linux user : ID 40017

Senin, 22 April 2019

Aplikasi Tusk, Pengganti Evernote di Linux Ubuntu



Tusk, merupakan aplikasi note untuk Linux Ubuntu yang saya gunakan untuk mencatat pekerjaan dan juga todo list saya, dan catatan ini juga bisa saya sinkronisasi dengan layanan evernote yang ada di android saya.

Jadi kita tidak akan kehilangan lagi semua catatan sederhana dan juga todo list yang ada, karena saat ini dari Linux Ubuntu saya dengan Tusk ini sudah bisa sync juga dengan aplikasi evernote yang ada di Android.

Cara install nya juga cukup mudah, jalankan perintah berikut :

$ sudo snap install tusk

Atau cara manual nya :

$ wget https://github.com/klauscfhq/tusk/releases/download/v0.8.0/tusk-0.8.0-linux-amd64.deb
$ sudo dpkg -i tusk-0.8.0-linux-amd64.deb
$ sudo apt install -f

kalau sudah selesai, jangan lupa setting aplikasi tusk nya dengan login ke evernote nya agar bisa sync



Semoga bermanfaat untuk pembaca semua.

Dony Ramansyah
site : http://donyramansyah.net
blog : dony-ramansyah.blogspot.com
email : dony.ramansyah[at]gmail.com
Registered linux user : ID 40017

Senin, 01 April 2019

Mengatasi Problem lfd ModSecurity persistent IP database size yang besar



Kalau kita manage server WHM/Cpanel, hati-hati dengan ukuran lfd ModSecurity persistent IP database filenya, karena semakin lama akan semakin besar file nya

Disini saya mendapatkan alert di email :

Time:     Tue Mar 12 14:00:41 2019 +0700

ModSecurity persistent IP database (/var/cpanel/secdatadir/ip.pag) size is 6.20GB

This requires further investigation otherwise it will start to affect server performance.

Hal ini tentunya akan mempengaruhi performa dari server WHM/Cpanel nya, Berikut cara mengatasi nya, jalankan perintah berikut ini :

# mv /var/cpanel/secdatadir/ip.pag touch; /var/cpanel/secdatadir/ip.pag; chmod 755 /var/cpanel/secdatadir/ip.pag; chown nobody:nobody /var/cpanel/secdatadir/ip.pag; service httpd restart


Semoga bermanfaat untuk pembaca semua.

Dony Ramansyah
site : http://donyramansyah.net
blog : dony-ramansyah.blogspot.com
email : dony.ramansyah[at]gmail.com
Registered linux user : ID 40017

Senin, 18 Maret 2019

Cara Install WPS Office di Linux Ubuntu 18.04 LTS


WPS Office menurut saya adalah aplikasi office paling bagus untuk Linux saat ini karena software nya free dan kompatibilitas dengan MS Office juga cukup baik dibandingankan dengan LibreOffice, Saya sudah pakai WPS Office ini cukup lama sekitar 1 tahu lebih

Kali ini saya ingin sedikit share cara instalasi WPS Office di Linux Ubuntu 18.04 LTS, Cara nya adalah :

1. Download dulu file nya di sini : http://wps-community.org/download.html

2. Lakukan instalasi file deb nya :

$ sudo dpkg -i wps-office_10.1.0.6758_amd64.deb

[sudo] password for dony:
(Reading database ... 207952 files and directories currently installed.)
Preparing to unpack wps-office_10.1.0.6758_amd64.deb ...
Unpacking wps-office (10.1.0.6758) over (10.1.0.6757) ...
Setting up wps-office (10.1.0.6758) ...
Processing triggers for desktop-file-utils (0.23-1ubuntu3.18.04.2) ...
Processing triggers for gnome-menus (3.13.3-11ubuntu1.1) ...
Processing triggers for mime-support (3.60ubuntu1) ...
Processing triggers for shared-mime-info (1.9-2) ...
Processing triggers for hicolor-icon-theme (0.17-2) ...

3. Selesai, kini WPS Office sudah bisa digunakan, Saran saya LibreOffice bawaan Ubuntu nya bisa di uninstall saja


Semoga bermanfaat untuk pembaca semua.

Dony Ramansyah
site : http://donyramansyah.net
blog : dony-ramansyah.blogspot.com
email : dony.ramansyah[at]gmail.com
Registered linux user : ID 40017